Universitas Wageningen menyapa Rimbang Baling

Selepas kegiatan yang dilaksanakan oleh Wageningen Indonesia Scientific Exposure (WISE) 2018 di LIPI Cibinong-Bogor, Rene Henkens dari Wageningen University and Research (WUR) menyempatkan diri untuk datang ke Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar, Provinsi Riau. Sesampainya di Desa Tanjung Belit, Rene yang juga didampingi oleh Akbar Ario Digdo dari YAPEKA dan Ary Suhandi dari INDECON disambut oleh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pengurus radio komunitas, forum subayang, kelompok tani, dan kelompok ekowisata. Bertempat di Radio Komunitas Lintas Subayang, diskusi pun dilakukan selama kunjungan tersebut. Beberapa poin diskusi yang ada antara lain pengembangan potensi daerah di Rimbang Baling untuk ekowisata, pelibatan pihak universitas, kegiatan pengembangan matapencaharian berkelanjutan, konservasi harimau dan habitatnya.

 

Pada hari ke dua, dilanjutkan kunjungan ke air terjun Batu Dinding, lokasi pengembangan biogas dan pertanian alami, serta melihat dari dekat hasil inokulasi pohon gaharu di kebun salah satu warga desa. Siang harinya dilanjutkan bertemu dengan Camat Kampar Kiri Hulu. Pada pertemuan dengan Camat tersebut dihadiri oleh konsorsium IMBAU yang terdiri atas WWF, YAPEKA, dan INDECON.  Camat Kampar Kiri Hulu mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh IMBAU dan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan konservasi alam. Camat juga berusaha untuk melakukan upaya-upaya dalam mencegah ancaman salah satunya illegal logging di kawasan Rimbang Baling.

Setelah pertemuan dengan Camat Kampar Kiri Hulu, kegiatan dilanjutkan di Camp Subayang dimana pada kesempatan tersebut dipaparkan kegiatan yang dilakukan oleh WWF di Rimbang Baling. Dalam diskusi ini menarik untuk dilakukan ke depannya adalah bagaimana konektivitas ekologi antar habitat serta koridor bagi satwa liar di antara kawasan penting seperti Rimbang Baling, Bukit Tiga Puluh, Bukit Betabuh, maupun Batanghari.

 

Pada hari ke tiga dilakukan kunjungan ke desa sekitar kawasan Rimbang Baling dan melakukan diskusi dengan Kepala Desa, Kelompok Pemuda/Wisata, serta melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan di desa tersebut. Kepala Desa dan masyarakt mendukung kegiatan yang dilakukan oleh IMBAU dan berharap terus berlanjut ke depannya. Rene Henkens menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan selama ini dan memberikan masukan untuk pengelolaan ekowisata terutama dalam mengelola sampah, pelibatan masyarakat setempat serta koordinasi dengan para pihak guna mendukung pelestarian dan matapencaharian berkelanjutan.  Memastikan juga bahwa proses pengembangan wisata hendaknya memperhatikan potensi lokal/budaya lokal yang menjadi ciri khas daerah. Di akhir kunjungannya, Rene Henkens menyampaikan bahwa Rimbang Baling merupakan kawasan penting bagi harimau dan satwa liar lainnya, serta masyarakat dan dapat menjadi salah satu pembelajaran bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian. Berharap suatu saat nanti dapat kembali lagi ke Rimbang Baling…semoga…

Comments are closed.

Translate »