Sosialisasi Program IMBAU di Tingkat Masyarakat

Program ITHCP diawali dengan sosialisasi program kepada stakeholder terkait. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 di Pekan Baru. Setelah kegiatan Inception Workshop di Pekanbaru, kemudian dilaksanakan kegiatan sosialisasi ditingkat masyarakat pada tanggal 15 Juni 2016 di Desa Tanjung Belit. Dalam sosialisasi dibahas mengenai Survey Potensi  SDA untuk mendukung Pertanian Alami di Desa Tanjung Belit Kec Kampar Kiri Hulu. Hasil dari sosialisasi didapatkan informasi mengenai potensi bahan baku untuk mendukung pertanian di desa ini, cukup  banyak yang  bisa digunakan, kotoran ternak sebagai bahan utama pembuatan pupuk serta daun-daunan untuk pembutan pupuk organik cair POC, pestisida organik, serta beberapa jenis tanaman yang bersifat pengusir hama tumbuh di desa ini.

Sosialisasi mengenai Potensi  SDA untuk mendukung Pertanian Alami di Desa Tanjung Belit

Masyarakat sudah ada yang memanfatkan pekarangan untuk ditanami tanaman untuk pemenuhan kebutuhan dapur, namun harus di pagar dengan rapat supaya kambing dan kerbau tidak bisa masuk dan merusak tanaman. Tanaman cabe, jahe, dan beberapa tanaman yang tidak terlalu sulit ditanam seperti tanaman labu ada di pekarangan rumah. Selain di pekarangan, masyarakat desa memanfatkan lahan yang masih bisa digunakan di sela-sela kebun karet dan kebut sawit, atau lahan kosong yang belum ditanami karet dan sawit.

Sebagai tindak lanjut dari hasil sosialisasi akan dilakukan penguatan kapasitas bagi masyarakat lokal (Community Organizer atau CO) yang terdiri dari:

  1. Pelatihan CO dilaksanakan pada tanggal 16 juni 2016 di Desa Gema diharapkan sebagai corong informasi kepada masyarakat dan desa-desa di Rimbang Baling dalam pemanfaatan kotoran sapi menjadi pengganti Gas LPG, dimana Desa Gema merupakan pusat pemerintahan kecamatan sehingga sangat efektif dalam pengembangan informasi bagi masyarakat untuk dapat melihat peluang pengembangan potensi desa dalam upaya peningkatan ekonomi.
  2. Peninjauan Biogas di Desa Batu Sanggan. Dalam hal sumber ekonomi desa Batu Sanggan tidak jauh berbeda dengan desa-desa lainnya, yaitu tanaman karet, pemanfaatan lahan dengan tanaman lainnya seperti sayuran, padi dan lainnya masih sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada, kalaupun ada tidak mencukupi untuk kebutuhan sendiri.
  3. Pembekalan CO lokal tentang dasar budi daya pertanian organik dan mengenal jenis kompos yang biasa digunakan untuk kebutuhan pertanian organik. Materi yang disampaikan adalah pemahaman pertanian organik secara umum dan pengenalan jenis-jenis kompos.
  4. Materi lanjutan tentang teknis pembutan dan praktek langsung. Pemanfaatan bahan bahan yang ada di sekitar desa seperti materi pembuatan probiotik, praktek pembuatan probiotik dengan bahan baku yang ada di desa, materi pemberian pupuk organik terhadap tanaman, serta metode pengomposan

.

Setelah memberikan pembekalan dalam kegiatan-kegiatan pelatihan, pelaksaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 juni 2016 yaitu diawali dengan pembangunan digester Biogas di Desa Pangkalan Indarung dengan target terbangunnya satu unit demplot biogas di desa Pangkalan Indarung. Kegiatan ini merupakan pengenalan pemanfaatan kotoran sapi menjadi pengganti gas LPG. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan ada perubahan positif, sehingga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Comments are closed.

Translate »