Kreasi dari Bahan-bahan yang Tidak Termanfaatkan

Pada tanggal 16 Oktober 2017 di Sekretariat Bank Sampah, tim Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dari Imbau melaksanakan pelatihan membuat kotak tissue dan pola kreasi bunga di kelompok bank sampah di Desa Tanjung Belit. Kegiatan ini melibatkan 5 orang ibu-ibu anggota kelompok Bank Sampah dan dua orang trainer yaitu Suhadi dari Yapeka dan Roesma dari Yayasan Kanopi Indonesia. Kegiatan ini bertujuan sebagai alternative kerajinan yang bisa di hasilkan kelompok berbekal bahan yang ada di sekitar rumah dan pengembangan produk bank sampah.

Respon dari ibu-ibu anggota kelompok Bank Sampah untuk kegiatan ini sangat baik. Setelah diberikan contoh, masing-masing anggota terlihat langsung mencoba membuat sendiri (belajar sambil praktik).

Selain ibu-ibu anggota kelompok Bank Sampah, tim kami juga melakukan kegiatan pelatihan kepada ibu-ibu lainnya di rumah salah satu warga (ibu Sahrul). Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 3 orang warga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak warga terutama kaum wanita untuk menjaga lingkungannya dengan mengurangi sampah organik dan anorganik melalui kerajinan kotak dan kreasi bunga dari plastik bungkus deterjen. Media yang digunakan pada pelatihan ini adalah kardus, daun kering, lem bakar, lem kayu, kuas, dan alat potong. Pada awalnya hanya satu orang peserta yang dapat kami ajak namun setelah hasilnya, akhirnya banyak warga lain yang tertarik dan ikut melihat proses pembuatannya. Respon dari warga secara keseluruhan cukup baik, beberapa diantara mereka bahkan menanyakan hal-hal seperti; alasan kenapa daun harus dsetrika, bahan pengganti lem tembak, daun apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk kerajinan, ukuran kardus, berapa ketebalan kardus yang bisa dipakai dan banyak lainnya. Ini mengindikasikan bahwa para ibu di desa ini cukup antusias dengan kreasi yang diajarkan.

Namun antusiasme warga terhalang karena susahnya akses untuk mendapatkan beberapa bahan baku seperti; lem bakar dan lem kayu. Di Desa Aur Kuning kedua bahan ini tidak tersedia, warga harus pergi jauh ke Desa Gema untuk mendapatkannya. Selain kerajinan kotak, warga juga belajar pola dasar untuk membuat kreasi bunga menggunakan plastik bungkus deterjen. Kedua kerajinan ini diharapkan bisa dikembangkan untuk hiasan rumah, hiasan seserahan pernikahan, dan aksesoris.

Comments are closed.

Translate »