Pengembangan Energi Terbarukan (Matahari dan Air) di Bukit Rimbang Bukit Baling

Pengembangan Energi Terbarukan (Matahari dan Air) di Bukit Rimbang Bukit Baling dilakukan dalam upaya untuk mendukung pelaksanaan Program Imbau-ITHCP mengenai pengembangan mata pencaharian. Pengembangan mata pencaharian masyarakat berkelanjutan dapat dilakukan dengan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 2-18 Agustus 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di lima lokasi yaitu, Cianjur, Desa Tanjung Belit, Camp Subayang, Kawasan Persawahan Desa Pangkalan Indarung, dan Desa Aur Kuning. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kelayakan dan gambaran lokasi ujicoba pengembangan energi terbarukan, melaksanakan pengadaan barang untuk dipergunakan dalam pengembangan energi terbarukan, dan melakukan fasilitasi kegiatan energi terbarukan di lokasi program, termasuk didalamnya adalah proses instalasi dan proses peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan energi terbarukan.

Kegiatan pertama dilakukan di Camp Subayang yang dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pengguna Camp mengenai adanya sumber energi lain yang dapat dimanfaatkan. Camp Subayang sendiri sudah memiliki penyediaan air baku dengan mengambil dari Sungai Subayang dan menggunakan energi dari genset. Pembuatan konstruksi untuk penyediaan energi di Camp Subayang dengan menggunakan bahan dasar baja ringan yang disusun sedemikian rupa sehingga mampu menopang panel surya. Pelaksanaan konstruksi dilakukan selama 2 hari dan 1 hari tambahan untuk menyambungkan ke pompa eksisting. Sistem eksisting adalah dengan pengambilan air dengan pompa sentrifugal dan dialirkan menuju bak penampung, dari bak penampung dialirkan menuju instalasi pengolah air (purifier) baru didistribusikan ke kran-kran air.

Kegiatan kedua yang dilakukan adalah dukungan penerangan di Kawasan Pertanian Padi di Desa Pangkalan Indarung. Bentuk dukungan dilakukan dengan pemasangan pico hidro kapasitas ± 500 watt. Dengan adanya penerangan di Kawasan pertanian Padi, hal ini menjadi suatu keuntungan bagi pengelola karena dapat menghalau hama yang menyerang lahan, dapat memberikan penerangan kepada penjaga persawahan dan harapannya para petani bisa menduplikasi sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas. Kegiatan ini cukup memakan waktu yang lama sehingga sebelumnya untuk konstruksi dasar pembuatan kincir dibangun di Cianjur dan kemudian di Camp Tanjung Belit dilakukan penyempurnaan. Tahap penyempurnaan ini dilaksanakan dalam waktu lebih kurang 4 hari di Tanjung Belit. Selanjutnya  diuji coba di Sungai Subayang lalu dibawa ke Persawahan Desa Pangkalan Indarung untuk dilakukan pemasangan instalasi kabel dan lampu. Setelah selesai pemasangan, kelompok tani diberi penjelasan mengenai cara mengoperasikan dan merawatnya.

Kegiatan terakhir yang dilakukan adalah membangun stasiun pancar ulang di Desa Aur Kuning. Sumber energi direncanakan menggunakan tenaga matahari dengan kapasitas 500 watt, yang diharapkan mampu melayani kebutuhan radio yang diperkirakan membutuhkan 30 watt untuk beroperasi.

Dengan kegiatan pengembangan energi terbarukan ini dapat mempersiapkan masyarakat dalam mengelola potensi energi yang dimiliki sehingga diharapkan mampu memanfaatkannya secara bijaksana.

No Comments Yet.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »