Seperti Alam, Hidup Juga Harus Penuh Warna

Masa remaja adalah masa yang paling indah penuh warna. Namun sayang banyak dari remaja Indonesia menghabiskan hari mudanya pada kegiatan yang kurang bermanfaat. Vandalisme, tawuran dan belapan liar hanyalah beberapa contoh dari kenakalan remaja yang belakangan ini marak terjadi. Berawal dari pemikiran tersebut, maka tim Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dari Imbau berinisiatif untuk merangkul pemuda-pemudi di sekitar Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling untuk ikut merawat lingkungannya. Tim memilih kegiatan melukis sebagai kegiatan yang cocok untuk menarik minat dan perhatian siswa SMP dan SMA. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Oktober 2017 di SMPN 002 KKM. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 26 siswa kelas II. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk berkreasi dengan batu dan melukisnya dengan cat. Mereka bebas membuat kreasi gambar sesuai dengan imajinasi mereka masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk; mengenal bahan anorganik, mengasah ketrampilan siswa, dan melatih keberanian untuk bercerita.

Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah batu dan alat lukis. Yang menarik di kegiatan ini adalah ternyata sebagian besar dari mereka belum pernah menggunakan cat dan kuas untuk melukis, alhasil tawa canda dan suka ria lah yang tercipta. Dari segi kreatifitas siswa SMP bisa dikatakan cukup ekspresif. Mereka dapat membuat karya yang berbeda dari yang dicontohkan. Beberapa karya yang dibuat antara lain pelangi, kebun, kaligrafi, rumah, hewan, abstrak. Namun dari sisi kebranian bercerita tentang karya mereka, masih kurang, cerita mereka masih terkesan kaku dan malu-malu.

Sedikit berbeda dengan siswa SMP, siswa SMA diajak melakukan kegiatan yang lebih kalem dan edukatif. Ada 2 kegiatan utama yang dilakukan, yang pertama yaitu belajar cara memanfaatkan botol plastic bekas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan seni lukis dan sekaligus supaya mengurangi sampah botol plastik. Kegiatan selanjutnya yaitu belajar tentang aspek biologis tanaman cocor bebek. Kegiatan ini bertujuan untuk; mengajarkan sistem klasifikasi pada tumbuhan cocor bebek, mengenal bagian-bagian tubuhnya, cara perkembangbiakanya, dan pengenalan nama ilmiah tumbuhan tersebut.

Media yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain kuas, cat, botol bekas, alat potong, tanah, dan tanaman cocor bebek. Kegiatan diawali dengan mengkreasikan botol bekas untuk pot tanaman, siswa bebas mengkreasikan bentuk dan warna pot yang mereka ciptakan. Kemudian sembari menunggu cat pada botol kering siswa diajak mengenal tentang tanaman cocor bebek. Tanaman cocor bebek dipilih karena tanaman tersebut banyak terdapat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan generasi penerus di kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling dapat lebih mencintai lingkungan mereka dan juga mengekspresikan diri tanpa harus merusak alam.

Comments are closed.

Translate »