Bermain Sambil Belajar dengan Daun Kering

Anak-anak adalah generasi penerus di masa depan, merekalah yang akan menggantikan kita menjaga alam dan bumi ini nanti. Berawal dari pemikiran itu maka tidaklah mengherankan jika tim Pendidikan Lingkungan Hidup dari IMBAU menaruh perhatian yang sangat besar pada murid sekolah dasar di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Setelah sebelumnya diadakan kegiatan mengajak siswa belajar dari alam, kali ini kami mengajak siswa untuk mengekspresikan dirinya melalui bahan alam yang mudah didapat dari lingkungan mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Yang pertama pada Hari Sabtu, 14 Oktober 2017 di SDN 002 Tanjung Belit dan yang kedua pada Hari Senin, 16 Oktober 2017 di SDN 005 Aur Kuning. Para siswa diajak berkreasi dengan bahan alam seperti daun gugur yang telah kering dengan menempelkannya pada kardus. Mereka bebas membuat kreasi sesuai dengan imajinasi mereka masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk: pengenalan sampah organik, mengajak siswa sekolah agar lebih menjaga lingkungannya dengan mengurangi sampah organik melalui kegiatan hasta karya (keterampilan) dimulai dari lingkungan sekolah, mengasah ketrampilan siswa, dan melatih keberanian untuk bercerita.

Media yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain kardus bekas, lem kayu, kuas, daun kering, ranting, biji-bijian, potongan kayu. Untuk bahan seperti daun kering, ranting, biji-bijian, potongan kayu siswa diminta membawa sendiri-sendiri, sedangkan untuk bahan lain seperti lem dan kardus bekas di sediakan oleh Tim IMBAU.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan perkenalan dan permainan untuk mencairkan suasana sehingga para siswa tidak merasa canggung ataupun malu-malu. Setelah itu siswa diberi penjelasan singkat mengenai apa yang harus mereka lakukan. Kemudian para siswa dibagi menjadi tujuh kelompok dan mereka diarahkan untuk membuat karya yang berbeda dengan temannya. Selama kegiatan siswa yang kebingungan dipancing dengan gambaran hewan, tumbuhan ataupun obyek lain di sekitar tempat tinggal mereka.

Setelah seluruh siswa selesai berkreasi, tim memilih tujuh karya terbaik dan meminta siswa untuk menceritakan tetang karya yang mereka buat. Tujuh karya ini diambil dari masing-masing satu karya terbaik di kelompoknya. Dari tujuh peserta ini dipilih lagi dua terbaik. Untuk mengapresiasi karya mereka Tim IMBAU memberi hadiah berupa tumbler kepada tujuh karya terbaik dan tambahan hadiah alat tulis untuk dua karya terbaik. Kegiatan ini diharapkan dapat mengajarkan pada siswa bahwa sampah yang terlihat tidak berguna pun dapat diubah menjadi suatu karya yang bernilai seni.

Comments are closed.

Translate »