Budidaya Gaharu, alternative matapencaharian berkelanjutan

Matapencaharian berkelanjutan yang dikembangkan di Rimbang Baling tidak terlepas dari potensi yang telah dimiliki daerah tersebut. Salah satu potensi tersebut adalah gaharu. Gaharu yang selama ini dicari di dalam hutan sudah berkurang drastis dan makin sulit didapatkan. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengurangi tekanan terhadap hutan dengan pengambilan gaharu di dalamnya. Upaya tersebut dilakukan melalui pembibitan dan budidaya gaharu melalui inokulasi. Bibit tersebut dapat ditanam di kebun masyarakat dan gaharu yang diinokulasi juga dapat dengan mudah dikelola di sekitar tempat tinggal mereka tanpa harus jauh mencari di dalam hutan.

Konsorsium IMBAU mulai melakukan kegiatan tersebut dengan diawali pelatihan inokulasi pohon gaharu, pemetaan lokasi gaharu, dan pembibitan.  Pada akhir 2017 yang lalu sudah dilakukan pelatihan yang didukung oleh Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi KLHK-Bogor, BBKSDA Riau, Dinas PMD Kab. Kambar dan Pihak Terkait. Pelatihan tersebut diikuti oleh desa-desa di sekitar kawasan Rimbang Baling dan dilanjutkan dengan praktek inokulasi di salah satu kebun yang terdapat gaharu di Desa Tanjung Belit.

Setelah pelatihan ini, peserta sepakat untuk membentuk kelompok dan secara bergiliran bersama-sama menginventarisasi dan memetakan lokasi potensi pohon gaharunya untuk ditindaklanjuti. Berdasarkan pengalaman yang sementara ini berjalan bahwa saat ini terdapat keterbatasan inokulan sehingga perlu dukungan pembuatan dan pengadaan lebih lanjut. Selain itu pohon penghasil gaharu yang sudah di inokulasi sampai ke pucuk agar dapat diperoleh hasil yang maksimal dalam setiap batang yang di inokulasi.  Kegiatan ini diharapkan juga dapat terus berlangsung sebagai salah satu alternatif matapencaharian berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar hutan

No Comments Yet.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »